Monday, October 19, 2009

Bila Kau Ingin Selamat

Ufuk Timur Bersinar Dengan (Cahaya)Mu
Kata-kata Tak Berarti Dihadapan Kata-katamu
Engkau Ada Ketika Adam Belum Ada
Kerana (Cahaya)Mu memang mendahuluinya
Bila Bukan Keranamu,Semesta Tak Dicpitakan
(Dan)Barat Serta Timur Tak Akan Nyata
Bila Kau Ingin Selamat Dari Neraka Di Hari Kebangkitan
Dan Semua (Kewajipan Agama)Serta Amalmu Diterima
Maka Taatilah Ali Dan Para Imam Setelahnya
Bintang-Bintang Petunjuk Hingga Kau Selamat Dari Bencana
Merekalah Itrah Yang Telah Allah Serahkan Perkaran-Nya Pada Mereka
Kerana Dia Telah Memberikan Anugerah Pada Mereka
Imam-Imam Kebenaran Yang Allah Wajibkan Cinta Kepada Mereka
Dengan Ketaatan (Kepada)Mereka, Ummat Diuji
Aku Nasihati Engkau
Agar Jangan Meragukan Mereka Hingga Engkau Menyimpang Pada Selainnya
(Padahal)Siapa Yang Lebih Patut Berbanding Mereka ???
Cinta Ali Adalah Harta Kekayaan Bagi Para Pecintanya
Dia Akan Menemuinya ASaat Kematian Dan Di (Alam)Kubur
Dihari Kebangkitanpun Tak Ada Yang Selamat
Dari Neraka Kecuali Yang Mencintai Abu Al-Hasan

Friday, October 16, 2009

Siapakah yang lebih tahu ???

Muhammad al-Tijani pernah menyindir seorang ulama sunni dengan berkata bahwa Abu Bakar sesungguhnya lebih berilmu daripada Nabi Muhammad saw.Abu Bakar mengetahui bahwa Nabi harus menunjuk seseorang sebagai penerusnya untuk menjaga agar sistem dan masyarakat tetap teratur.Abu Bakar menunjuk Umar sebagai penerusnya.Akan tetapi Nabi Muhammad saw tidak menyedari tugas penting ini bahwa masyarakat Islam memerlukan seorang pemimpin berkualiti setelah ia tiada,atau Nabi Muhammad saw tidak menganggap penting siapa yang akan menjalankan roda kepemimpinan setelahnya.

Masalahnya adalah kepemimpinan.Apakah permasalahan itu tidak begitu penting bagi Nabi Muhammad saw atau apakah ia tidak bersungguh menghadapinya? Tentu saja Nabi Muhammad saw menanggapinya dengan bersungguh-sungguh dan ia pasti telah menunjuk pengganti (khalifah) yang paling berkualiti sebagai pemimpin negara Islam dan penjaga syariah(hukum Allah).

Pertanyaan lain yang muncul adalah: Siapakah yang lebih arif dalam menunjukkan khalifah,Allah SWT dan Rasul-Nya atau kaum muslimim?Apakah Islam didasarkan pada demokrasi(pemerintah dipilih oleh masyarakat) ataukah teokrasi(kerajaan Allah dimuka bumi ini?) Sejarah Islam membuktikan bahwa pemerintahan setelah Nabi Muhammad saw tiada didasarkan pada prinsip demokrasi ataupun teokrasi.Hanya beberapa orang sahaja berkumpul di Saqifah Bani Saidah dan mengangkat Abu Bakar sebagai khalifah sedangkan Ali tengah sibuk mengurus jenazah Nabi Muhammad di Madinah.

Dapatkah kita memilih seorang Rasul melalui musyawarah?Hal yang sama pun berlaku dalam menunjuk pengganti Rasul,kerana Allah Maha Tahu siapa yang lebih berkualiti untuk kedudukan ini.Akan nampak aneh jika seorang wakil seorang pemimpin ditunjuk oleh orang lain dan bukan oleh dirinya.Wakil Allah(Rasul) hanya ditunjuk oleh Allah,(Rasul) dan hal ini bukan urusan manusia.Banyak contoh dalan Al-Quran ketika Allah menyatakan bahawa Dia lah yang berhak menunjuk seorang penerus dimuka bumi.Allah yang Mahatinggi berfirman:"
Hai Daud Kami telah menjadikanmu penguasa(penerus)dimuka bumi ini"(QS Shad[38];26)dan "Kami telah menjadikanmu(Ibrahim)penguasa(pemimpin)bagi manusia"(QS al-Baqarah[2];124)

Khalifah/Imam bagi ummat manusia ditunjuk oleh Allah SWT.Lihat pula surah Al-Baqarah[2] ayat 30 mengenai Adam as.Bahkan ketika ingin pergi ke Miqaat ,Nabi Musa as tidak meminta kaumnya membentuk sebuah syura untuk menunjuk seorang wakil baginya.Al-Quran mengatakan bahwa Musa berkata"Ya Allah tunjuklah bagiku seorang wakil(ya itu)Harun saudaraku"(Allah) bersabda;"Kami perkenankan permohonanmu hai Musa"(QS Taha[20]29-36).

Allah yang Maha Tinggi berfirman;"
Sesungguhnya Kami telah memberi kitab kepada Musa dan menunjuk Harun sebagai wakilnya."(QS al-A'raf[7]142).Perhatikan bahwa "Ukh lifni" dan "khalifa"(khalifah) berasal dari akar kata yang sama.

Dalam kaitannya dengan hal ini,mari kita perhatikan hadis shohih al-Bukhari yang menarik berikut ini.Rasul Allah berkata pada Ali."Kedudukanmu disisi ku bagaikan Harun disisi Musa,hanya saja ketiadaan Nabi setelahku."

Nabi muhammad saw bermaksud mengatakan bahwa sebagaimana Nabi Musa as menunjuk Nabi Harun as untuk menjaga kaumnya saat ia pergi Maqaat(bertemu Allah),Nabi Muhammad saw menunjuk Ali as untuk menjaga Islam setelah ia wafat.

Ayat al-Quran mengenai Nabi Harun diatas menunjukkan bahwa Nabi tidak menunjuk wakil atau penerus dirinya,tetapi Allah lah yang menunjuknya.Nabi Musa memohon kepada Allah agar Harun menjadi wakilnya dan Allah memperkenankan permohonan Nabi Musa.

Wednesday, October 7, 2009

Alangkah aneh dan lamanya hari itu

Dengan kehendak dan hikmah-Nya,Allah SWT telah menghaibkan Imam Mahdi as beberapa ketika setelah kelahirannya.Demi menyelamatkan hujjah-Nya dari ancaman bunuh oleh khalifah yang memerintah pada ketika itu.

Rasullullah saw bersabda,"Allah Yang Maha Kuasa telah mengutuskan ku dan dua belas Imam selepasku.Mereka ini Hujjah Allah dan Imam ke 12 ialah al-Qaim(yang akan bangkit).Dengan kebangkitannya dunia yang telah dipenuhi dengan penindasan dan kezaliman akan diganti dengan keadilan dan persamaan."

Terdapat sekitar seratus tiga puluh sembilan riwayat yang mengatakan pemimpin selepas Rasullullah saw adalah 12,dan sembilan daripadanya keturunan Imam Hussein a.s.

Imam Ali a.s pernah berkata pada Talhah:
"Wahai Talhah ! Tidakkah kamu salah seorang saksi ketika Rasullullah saw meminta pen dan kertas untuk menulis wasiat agar kita tidak akan sesat selepas ini? Dan sahabat mu yang kasar membantah dengan mengatakan baginda sedang meracau?Rasullullah murka sehingga tidak jadi menulisnya?"
Talhah menjawab,"Ya aku menyaksikan di hari itu."
Imam Ali a.s terus memberitahunya,"Apabila kamu semua telah beredar dari situ,Rasullullah saw telah memberitahu ku dan menulis wasiatnya.Baginda sangat ingin mengingatkan perkhabaran ini kepada orang ramai kerana malaikat Jibrail as memberitahu baginda bahwa Allah SWT,mengetahui akan berlaku perbalahan yang mengakibatkan ummah berpecah.Rasullullah saw mengarahkan ku mengambil kertas dan menyuruhku mencatat apa yang akan dikatakan oleh baginda.Aku juga disuruh memanggil tiga orang sebagai saksi;Salman al-Farisi,Abu Dzar al-Ghifari dan Miqdad.Baginda lalu menamakan pemimpin-pemimpin yang mesti dipatuhi sehingga ke hari kiamat,Rasullullah saw menamakan aku yang pertama,kemudian anakku Hassan dan kemudian Hussein,selepas itu diikuti sembilan orang dari keturunan Hussein ."


Kemudian Imam Ali a.s berpaling pada Abu Dzar dan Miqdad yang ada ketika itu dan bertanya'Adakah perkara ini berlaku?Mereka mengaku menyaksikannya,'Ya,Rasullullah mengatakan semua itu."

Talhah berkata,"Aku bersumpah dengan nama Allah bahwa Rasulullah pernah berkata pada Abu Dzar,"Di bawah kolong langit ini,tidak ada lidah yang lebih jujur daripada Abu Dzar,"Kemudian Talhah berkata pada Imam Ali a.s,"Aku sendiri menyaksikan bahwa Abu Dzar dan Miqdad tidak akan menyaksikan selain dari kebenaran dan pada pandanganku engkau lebih benar dari mereka berdua."

Friday, September 25, 2009

Akibat Tak Berwilayah

Allah membahagikan surah Muhammad menjadi dua bahagian pertama berkaitan dengan Ali dan yang keduanya adalah berhubungan dengan musuh-musuhnya.Dalam pembukaan surah ,Allah berfirman "Orang-orang kafir yang jauh dari jalan Allah,yaitu kecintaan kepada Ali,(Imam al-Baqir as berkata,"Maksudnya adalah mereka jauh dari wilayah Ali,kerana Ali adalah sabil(jalan)."(Syarh al-Akbar,jil 1,hal,243;Manaqib Al Abi Thalib,jil 2,hal 269;Tafsir Qummi,jil 1,hal 388.maka Allah akan menghilangkan amal-amal mereka".Qs Muhammad,1.

Allah menggugurkan amalan mereka,kerana mereka melaksanakan amalan-amalan yang tidak sesuai dengan perintah Allah.Kemudian Allah berfirman "Hal itu kerana mereka membenci apa yang telah diturunkan Allah,tentang Ali;maka Allah menggugurkan amal-amal mereka".Qs Muhammad;9.Sebab amalan yang tidak disertai wilayah kepada Ali tidak akan membawa manfaat.
Allah menutup hati orang-orang yang membenci Ali;"Mereka adalah orang-orang yang hati mereka ditutup oleh Allah dan hanya mengikuti hawa nafsu mereka".Qs Muhammad,16.

Allah memberikan hidayah lebih banyak kepada para pecinta Ali;"Orang-orang yang mendapat hidayah,
dengan memperwalikan Ali,maka Allah menambah hidayah bagi mereka dan menganugerahkan ketakwaan kepada mereka".Qs Muhammad,17.

Allah lalu melaknat orang-orang yang mengusik dan mengganggu keturunan Ali;"Apakah bila kalian berkuasa,kalian akan membuat kerusakan diatas muka bumi".Ayat ini dikhususkan untuk Muawiyah.Diriwayatkan dari Imam al-Baqir bahwa ayat ini turun berkenaan dengan Bani Umayah.Juga diriwayatkan ayat ini berhubungan dengan tiga khalifah pertama(al-Shirath al-Mustaqim,jil 3,hal,40).

Kemudian Dia berfirman"Dan memutuskan hubungan kerabat". Ini dikhususkan bagi Yazid yang telah membunuh Imam Husain dan memutus hubungan keturunan Rasullullah saw.Dia juga tidak takut kepada Allah saat membantai keluarga Rasul saw.Kerana itu,Allah melaknatnya lantaran perbuatannya itu;"Mereka adalah orang-orang yang dilaknat Allah.Dia akan membuat telinga mereka tuli dan membutakan penglihatan mereka".Qs Muhammad;22,23

Allah kemudian menyebut keadaan orang-orang yang berpaling dari Ali;"Orang-orang yang murtad setelah beroleh petunjuk".Qs Muhammad;25.

Yakni menentang Ali sepeninggal Rasul saw.Padahal,Allah dan Rasul telah memerintahkan untuk mengikuti Ali dan melarang mereka memusuhinya.Lalu Allah berfirman"Hal itu dikeranakan mereka mengikuti apa yang membuat Allah murka, yaitu memusuhi para wali-Nya dan mentaati musuh-musuh-Nya.Dan membenci ridha Allah,kerana ridha Allah diperolehi dengan cara mencintai keluarga Muhammad saw.Kerana itu Allah menggugurkan amal perbuatan mereka,"Qs Muhammad;28.kerana telah berpaling dari kebenaran setelah mengetahuinya.

Allah juga mengingatkan orang-orang beriman,"Wahai orang-orang beriman,taatilah Allah dan Rasul-Nya,berkaitan dengan perintah Allah dan Rasul-Nya untuk mencintai Ali,dan jangan kalian gugurkan amal perbuatan kalian,"Qs Muhammad;33.dengan cara meninggalkan wilayah kepada Ali.Sebab orang yang melakukannya tidak akan memperoleh manfaat dari amalnya,meskipun banyak melakukan solat dan berpuasa.

Allah lalu menyebutkan bahwa orang-orang yang kafir kepada wilayah Ali tidak akan memperoleh ampunan dan shafaat,"Sesungguhnya orang-orang yang kafir dan jauh dari jalan Allah,yaitu kecintaan kepada Ali,dan mati dalam keadaan kafirterhadap wilayah Ali,maka tiada ampunan bagi mereka;kecuali bagi para pencintanya."Qs Muhammad;34.

Saturday, September 5, 2009

Anak-Anak Quraisy

Umar;Hai Ibnu Abbas,tahukah engkau apa yang mendorong kaum Quraisy menolak kepemimpinan Ahlulbait sepeninggalan Muhammad ?

Ibnu Abbas;Aku tidak ingin berterus-terang dalam menjawab,lalu aku katakan kepada Umar,'kalau aku tidak mengetahuinya,tentu Amirul Mukminin mengetahuinya,"

Umar;Kerana mereka tidak suka kenabian dan kekhalifahan berkumpul pada kalian (bani Hasyim),sebab kalian akan menjadi bongkak dan mengutamakan kaum kalian.Oleh sebab itu kaum Quraisy memilih untuk mereka seorang pemimpin dan langkah itu benar dan sesuai.

Ibnu Abbas;Apakah Amirul Mukminin bersedia untuk tidak marah kepadaku dan mendengarkan kata-kataku?

Umar;Katakan sekehendakmu!

Ibnu Abbas;Adapun ucapan Amirul Mukminin bahwa Quraisy membenci (berkumpulnya kenabian dan kekhalifahan pada bani Hasyim),maka sesungguhnya Allah Ta'ala telah berfirman;"
Yang demikian itu adalah kerana sesungguhnya mereka benci kepada apa yang diturunkan Allah,lalu Allah menghapus (pahala)amal-amal mereka"qs 47;9.<strong>Adapun ucapan anda bahwa kami akan bongkak,jika kami bakal bongkak dikeranakan khalifah,maka sesungguhnya kami akan bongkak dikeranakan kekerabatan kami dengan Nabi saw,akan tetapi kami adalah kaum yang akhlak kami terbelah dari akhlak Rasullullah yang Allah berfirman tentangnya;"Dan sesungguhnya kamu benar-benar berakhlak (berbudi pekerti) yang agung"qs 68;4,.dan Allah berfirman kepadanya,"Dan rendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu,yaitu orang-orang yang beriman."qs 26;215.Adapun ucapan anda bahwa kaum Quraisy memilih(untuk mereka seorang pemimpin),maka Allah berfirman,"Dan Tuhanmu menciptakan apa yang Dia kehendaki dan memilihnya.Sekali-kali tidak ada pilihan bagi mereka"qs28;68.Dan anda wahai Amirul Mukminin,mengetahui sesungguhnya Allah telah memilih dari hamba-Nya untuk jawatan itu,dan andai kaum Quraisy berpendapat seperti yang ditetapkan Allah,nescaya mereka tepat dan benar.

Umar; Tunggu, hai Ibnu Abbas.Memang hati kalian bani Hasyim enggan,kecuali pada kebencian yang tiada padan dan kedengkian yang tiada berubah terhadap urusan kaum Quraisy.

Ibnu Abbas;Tenang,wahai Amirul Mukminin,Jangan anda menuduh hati bani Hasyim dengan kedengkian, sebab hati mereka dari hati Rasulullah yang di sucikan dari noda,mereka adalah Ahlulbait yang Allah berfirman kepada mereka
,"Sesungguhnya Allah berkehendak untuk menghilangkan dari kalian rijs(dosa),wahai Ahlulbait,dan menyucikan kalian sesuci-sucinya,"qs 33;33Adapun ucapan anda bahwa mereka sakit hati.itu benar,bagaimana mungkin seseorang yang barangnya dirampas dan melihat miliknya di tangan orang lain tidak akan sakit hati?

Umar: Adapun engkau,hai Ibnu Abbas,telah sampai kepadaku ucapanmu yang aku tidak suka memberitahukannya padamu,sebab akan menjatuhkan kedudukanmu di sisiku.

Ibnu Abbas;Apa itu wahai Amirul Mukminin? Beri tahukan padaku.Kalau itu kebatilan,maka orang seperti aku layak menjauhkan kebatilan dari dirinya;dan jika itu kebenaran,maka kedudukanku di sisi anda tidak akan jatuh.

Umar:Telah sampai kepadaku bahwa engkau senantiasa mengatakan;"Perkara ini dirampas dari kami kerana kedengkian dan kezaliman."

Ibnu Abbas;Adapun ucapan anda"kerana rasa hasut" maka sesungguhnya iblis telah menghasud kepada Adam sehingga mengeluarkannya dari syurga,dan kami adalah anak keturunan Adam yang di hasuti.Adapun ucapan anda "dengan kezaliman"maka sesungguhnya Amirul Mukminin mengetahui pemilik hak ini,siapa dia.Wahai Amirul Mukminin bukankah bangsa Arab berhujan atas bukan berbangsa Arab dengan kedudukan Rasulullah,dan suku Quraisy,berhujah atas seluruh bangsa Arab dengan kedudukan Rasulullah saw?Maka kami lebih berhak atas Rasulullah daripada seluruh Quraisy.

Umar;Berdirilah sekarang,dan pulanglah kerumahmu!

Maka dengan itu Ibnu Abbas berdiri dan ketika ia mulai berjalan,Umar memanggilnya,"Hai orang yang sedang berpaling,aku tetap seperti dulu,memelihara hakmu."
Lalu Ibnu Abbas menoleh dan berkata,"Sesungguhnya aku mempunyai hak atas anda,wahai Amirul Mukminin,dan atas seluruh kaum muslim dengan kedudukan Rasulullah saw.Maka barangsiapa memeliharanya,berarti dia memelihara hak dirinya sendiri,dan barang siapa mensia-siakannya,maka dia mensia-siakan dirinya sendiri.

Kemudian ia berlalu,maka Umar berkata kepada mereka yang duduk bersamanya,"Aduhai Ibnu Abbas ,tiada aku melihat ia berdebat dengan seseorang kecuali ia mengalahkannya.


Ibnu Abi al Hadid al Mu'tazili dalam Syarah Nahjul Balaghah dan Ibnu al Atsir dalam Al Kamil mengkisahkan dialog ini.